Minggu, 03 Mei 2009

Cinderella Rhapsody

"I want to break free! I want to break free!!!!
"eh, hai... gak nyadar aku. Sambil nyapu dengan emosi yang meledak-ledak karena ibu tiriku, Annett, dan saudara-sarudara tiriku, Claire, Danny, Erick and Ami, enaknya sambil teriak-teriak ngikutin Freddie Mercury. Itu lho, vokalis idolaku, dari Queen. Walau (hiks...) sudah tiada. But, I believe, he's only fly too close to the sun... We love you...
Kalian tahu Queen kan? Itu lho, sang pelantun lagu We Are The Champion. Mereka itu pokoknya fine art baget deh...
Aku gak sendirian. Di atas, ada Victor, kakak kandungku, yang lagi disuruh benerin komputernya Danny yang rusak. Kami itu Queenmania. Kami maksudku adalah aku, kakakku dan keempat temanku, Jerry, Matt, Pete dan Nathalie (dia tomboy buangetz...). Entah kenapa, hidupku selalu berhubungan dengan Queen. Seperti belakangan ini, yang membuat perasaanku jungkir balik, roll depan, roll belakang, sikap lilin, ayang tidak karuan adalah... adalah... oke. jadi, aku sekolah di sekolah khusus musik. dan disana, ada... istilahnya, hasil pengkloningan D.N.A dari drummer idolaku (bukan kloningannya ding...). Pokoknya, mukanya itu bak pinang dibelah dua dengan Roger Taylor. Namanya? Roger Harrison Marley... (I'm melting). Dia orangnya misterius banget. Kalu lihat aja colong-colongan, apalagi ngambil fotonya. Makannya, sebagai bayangan saja, Roger itu kayak Roger Taylor yang ada di foto. Tapi, jelas lebih guanteng Roger Marley donk..."
"Lyra!!!! Mana maskerku?!!"
"Tuh kan, Annett nge-rock lagi. sudah ya, diterusin nanti aja. Bye..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar